Seperti diketahui bahwa bahasa jawa idealnya ditulis dengan aksara jawa (ꦲꦏ꧀ꦱꦫꦗꦮ). Dalam penulisan dengan aksara latin beberapa konsonan dan vokal dituliskan secara khusus agar tidak terjadi kebingungan (ambigu maknanya) jika dituliskan dengan ejaan bahasa Indonesia.
Beberapa konsonan dan vokal yang mempunyai perbedaan tanda yakni:

Konsonan :
1. dh mewakili aksara(ꦝ) yang membedakan maknanya dengan d mewakili aksara(ꦢ)
Contoh: wedhi (ꦮꦼꦝꦶ) (id:pasir, en:sand) berbeda maknanya dengan wedi (ꦮꦼꦢꦶ) (id:takut, en: affraid)
2. th mewakili aksara(ꦛ) yang membedakan maknanya dengan t mewakili aksara(ꦠ)
Contoh: thuthuk (ꦛꦸꦛꦸꦏ꧀) (id:memukul, en:to hit) berbeda maknanya dengan tutuk (ꦠꦸꦠꦸꦏ꧀) (id:mulut, en: mouth)

Vokal :
1. a yang dibedakan pengucapannya dgn å
Contoh: wåcå (ꦮꦕ) dengan wacanen (ꦮꦕꦤꦼꦤ꧀)
2. å (nglegena) yang dibedakan pengucapannya dengan o (taling tarung)
Contoh: lårå (ꦭꦫ) (id:sakit, en: sick) dengan loro (ꦭꦺꦴꦫꦺꦴ) (id:dua, en:two)
2. e (pepet) yang dibedakan pengucapannya dgn é (taling)
Contoh: diketik (‌‌ꦢꦶꦏꦼꦠꦶꦏ꧀) dan diketikaké (ꦢꦶꦏꦼꦠꦶꦏꦏ꧀ꦏꦺ)

Beberapa petunjuk

- Secara umum gunakan bahasa Jawa ngaka alus atau krama madya, kecuali untuk beberapa yang memang dirasa perlu untuk penghormatan bisa menggunakan krama inggil.
- Penerjemahan bisa mengacu dari bahasa Indonesia, karena banyak kosa kata bahasa Jawa yang sudah terserap menjadi Bahasa Indonesia.
-

Pranala luar

- http://bahtera.org/kateglo/?mod=glossary&dc=teknologiinformasi
- http://jv.wikipedia.org

Groups audience: